background

Spice Mag

  • home
  • Blog
    • Traveling
    • Humanism
    • Cerita
  • Contact me

Trending Topics

Circle us

Recent Posts

Categories

  • Business (1)
  • Cerita (8)
  • Chit Chat Chut (5)
  • galau hati (1)
  • Humanism (19)
  • Kecantikan (1)
  • kuliner (8)
  • Lomba Blogging (2)
  • mimAmia (5)
  • MySelangorStory (14)
  • Opini (1)
  • Puisi (3)
  • Renungan Kamis Pagi (10)
  • Speak It Out (12)
  • Traveling (19)
  • Travelling (22)
  • Warta (12)
mimAmia dan Sekolah Ibu
Minggu 19 Mei 2013,

Hari ini mimAmia mendapat undangan dari pengurus Sekolah Ibu wilayah Rangkah Surabaya, untuk berbagi cerita dengan para ibu mengenai bagaimana berdagang di internet

Menempati sebuah musholla kecil di kawasan kampung padat penduduk, tepatnya di Jl. Rangkah VI no 29 Kenjeran Surabaya, saya didaulat untuk menjadi pembicara pada pertemuan minggu siang. Ada dua pembicara yang akan menyampaikan materi, yang pertama Pak Aziz, yang membawakan materi tentang aritmatika, bagaimana mengajari anak-anak belajar menghitung dengan sempoa dan jarimatika.
Sedangkan saya, diminta untuk menyampaikan materi bagaimana memulai usaha di ruang maya.
Pak Aziz - Aritmatika

Sekolah Ibu, adalah dukungan social dari sebuah komunitas muslim di Surabaya, yang memberikan kelas gratis kepada perempuan – khususnya Ibu Rumah Tangga – mengenai berbagai ilmu, kelas keIslaman, pendidikan anak – orang tua, keterampilan dan sebagainya, dengan tujuan untuk mensejahterakan dan mencerahkan kaum perempuan sebagai seorang istri, ibu dan anggota masyarakat, demi keluarga yang lebih baik, lingkungan yang lebih sejahtera, dan Negara yang madani.

Kelas ini dilaksanakan setiap 2 minggu sekali – mohon maaf jika salah – secara gratis, pematerinya pun bergantian. Rata-rata peserta kelas adalah ibu-ibu rumah tangga yang berusia antara 30 hingga 50 tahun. Mereka mengaku senang dan berterima kasih bisa mengikuti kelas tersebut, karena selain mendapatkan ilmu secara gratis, juga sebagai sarana refreshing bersosialisasi dengan ibu-ibu lain.

mimAmia on show
mimAmia didaulat untuk berbagi ilmu tentang bagaimana menjual produk mereka melalui internet, lucunya banyak dari ibu-ibu yang belum mengenal internet, apa yang dimaksud internet, bahkan mereka tanpa sungkan menyebut dirinya “gaptek”  alias kurang paham dengan kecanggihan teknologi yang berkembang saat ini. Salah satu Ibu mengaku, justru anaknya yang lebih pandai mengutak-atik handphone

Mereka mengenal istilah internet dari iklan di televisi, dan merekapun juga mengenal istilah facebook, tapi tidak tahu bagaimana menggunakannya. Saya berusaha menjelaskan sesederhana mungkin apa itu internet, manfaat internet, bagaimana cara berdagang menggunakan internet (On Line Shop), apa keuntungan dan kerugian menggunakan internet sebagai sarana “jualan”

Suasana seru, ada yang wajahnya bingung, ada yang mengantuk sambil bersandar, ada juga yang antusias bertanya tentang kejahatan di internet, ada yang tanya bagaimana cara mempromosikan rencana usaha antar jemputnya, ada yang tanya bagaimana mengoperasikan laptop,  ada yang tanya bagaimana cara pakai jilbab yang saya kenakan .. hehehe..  namanya juga ibu-ibu

Ibu-Ibu Peserta Sekolah Ibu Rangkah Surabaya
Sekitar 1 jam saya memaparkan apa yang bisa saya sampaikan mengenai seluk beluk berdagang di dunia maya. Semoga apa yang sedikit ini bisa bermanfaat dan menumbuhkan semangat para ibu untuk mewarisi jiwa entrepreneur dari Khadijah r.a dan Rasulullah sebagai panutan kami.. Allahummasholli ‘ala Muhammad.. untuk Indonesia yang lebih berdaya!
Misty Blue Bondowoso - by Firman Fitriyadi
It was busy Monday as usual, I just reached my room then turned on my laptop, checking incoming e-mails from my buyers. I was so tired and bit annoyed of a not nice words from my friend
What a surprise when I logged in to facebook, and saw this beautiful capture, shot by Mr. Firman Fitriyadi, and this is in my hometown Bondowoso! Tegal Batu village, near to my parent house.
Subhanallah.. this soo beautiful, I dare to say that my hometown is wonderful, we have so beautiful landscape, fresh air, warm people, and Mr. Firman Fitriyadi made this beautiful place become sooooo gorgeous through the lens! Thank you for sharing this with us!
Tegal Batu Bondowoso - by Fiman Fitriyadi
This capture make my day, it boosts my mood up after a heavy day. I miss my town suddenly, and all the memories deep inside! An adorable smiling mountain.. just like flash back captures, took me to the ton millions time, remembering all the beauty of my town and you.

Don’t you see the splash of clouds engrave your name, enveloping every single space of sky, just like you want to hide something from me. The dancing angels splashing their scarf, and tell me the joys of nymphs welcoming their lover under the linn, the valley of Goddess

Langit runtuh semburat selendang bidadari bidadari surga
Memenuhi cakrawala merah jingga tepat diatas lembah kaliangga
Biru telaga mengukir dalam diam kelam sajak sajak malam
Di atas Kursi Mu Engkau bersemayam
Dengarkanlah bait bait rinduku pada sepertiga malam

Aku anak dari hambaMu yang sedang merindu
Menghabiskan sisa-sisa waktu
Berjalan menujuMu

Aku jiwa diantara belantara samudra hati
Meninggalkan ribuan masa
Berlari mencariMu

Tuhan..
Aku masih hamba-Mu kan?!


Salah Satu Peserta dengan Dandanan Banci, plus Big Size Uleg-an
Selain bulan November, bulan Mei merupakan bulan istimewa di Surabaya, karena bertepatan dengan hari jadi kota Pahlawan ini. Berbagai acara mulai dari Shopping Sale, parade dan pawai hingga bermacam festival digelar sebulan penuh di kota ini

Gapura Khas Cina - Kembang Jepun Surabaya
Minggu 12 Mei 2014, giliran Festival Rujak Uleg yang dihelat untuk kesekian kalinya dalam rangka peringatan hari jadi Kota Surabaya ke 720. Bertempat di sepanjang jalan Kembang Jepun, salah satu kawasan heritage  yang berada di utara Surabaya, bersebelahan dengan Jembatan Merah, acara ini menarik ribuan pengunjung baik dari dalam kota hingga manca Negara.


Ini merupakan kesempatan pertama saya mengikuti Festival Rujak Uleg, setelah kurang lebih 7 tahun menetap di Surabaya, wahh gak terasa saya sudah lumayan lama di Surabaya hehe.. Festival Rujak Uleg pertama kali diadakan pada tahun 2007, saya kurang tahu pasti apa alasan Pemerintahan Kota (Pemkot) Surabaya menggelar  festival ini, tapi yang pasti Rujak Uleg atau lebih dikenal dengan Rujak Cingur adalah salah satu makanan khas dari Surabaya.

Tumplek Bleeeek... Ramaiii
Ke Surabaya belum komplit rasanya kalau belum mencoba menu Rujak Cingur! Sebenarnya di setiap kota, khususnya di Propinsi Jawa Timur, selalu ada menu rujak, tapi isinya yang beda-beda, Nah Surabaya sangat terkenal dengan Rujak Cingur-nya, ada satu depot yang sangat legendaris karena Rujak Cingur, bahkan satu porsi harganya mencapai Rp. 50,000 loh..
Pengunjung Menikmati Pincuk Rujak Cingur

Rujak Cingur adalah makanan yang berisi sayur mayur, irisan tahu, tempe, lontong, dan cingur, lalu disiram dengan bumbu saus kacang dicampur petis hitam. Cingur adalah bagian mulut sapi hingga ke hidungnya, dalam bahasa jawa Moncong mulut sapi disebut cingur, congor.

Cingur ini diolah terlebih dulu, dengan diberi bumbu, direbus kemudian digoreng. Nah Rujak cingur ini selain isi yang saya sebutkan tadi, juga ditambahkan irisan cingur.. eemmhhh rasanya mak nyusss! Apalagi kalau yang suka pedas, bisa memesan rujak cingur sesuai dengan selera level kepedasan.

Cingur Sapi
Tapi ada juga loh yang gak mau makan rujak cingur, karena selain bumbunya yang hitam, penampilan cingur-nya bikin geli orang yang mau makan, hehehe kadang masih ada rambut / bulu-bulu halus sapinya.. Aihhh itu yang bikin sedepp!

Dalam Festival Rujak Uleg ini, PemKot Surabaya mengundang setiap perwakilan kampung (kecamatan) di Surabaya dan beberapa hotel serta peserta dari instansi swasta untuk mengikuti lomba nguleg Rujak Cingur, alias meracik rujak cingur di sepanjang jalan Kembang Jepun Surabaya.

Seluruh peserta diwajibkan memakai busana tradisional atau kostum yang menarik, sambil meracik rujak dalam waktu yang ditentukan. Kemudian juri akan menilai rasa dan tampilan rujak yang disajikan peserta, setelah juri selesai menilai, inilah saat yang ditunggu-tunggu, seluruh pengunjung yang menyaksikan acara ini boleh makan gratis tis tissss sepuasnya Rujak Cingur, atau Rujak Manis (Rujak buah)

Salah Satu Chef dari Java Paragon Hotel
Momen desak-desakan, rebutan pincuk (piring dari daun pisang) hingga mengantre bagian rujak adalah hal-hal yang sangat menyenangkan, berbaur dengan seluruh warga Kota Surabaya, bersenda gurau hingga bertukar senyum dan berbagi bau keringat ha ha ha.. tumpah ruah di Kembang Jepun.

Tadi siang, saya kebagian Rujak Cingur dari Hotel Java Paragon, diracik oleh Chef yang mengenakan baju sakera, khas Madura, lengkap dengan cobek dan uleg-annya. Meski cuma se-pincuk tapi cukup mengganjal perut di sela-sela jam makan siang. Acara ini digelar mulai dari jam 1 siang hingga 4 sore.


Saya ditemani kawan-kawan yang dulunya tergabung dalam Ijen Festival Bondowoso, kebetulan ada yang berasal dari Surbaya – si Gadis cantik tomboy Mehdia, ini blog nya -  dan ada artis Jember yang super femos.. si Andreyongs – nih dia blog nya – yang sedang training kerja selama sebulan penuh di Surabaya. Eh iya ada Gus Jember, namanya kembar Andre juga.. mengawal seru-seruan kami di Festival Rujak Uleg.

Andre - Mehdia jilbab Pink - Andreas diantara lautan Cingur .. ehh Manusia :D
Sebelum acara selesai, kami sepakat untuk meninggalkan TeKaPeh (TKP) dan menuju kawasan Ampel, untuk mencicipi menu ala Arabian. Dan Akhirnya kami menuju Depot Tujuh, depot yang sangat recommended dari kalangan teman-teman keturunan Arab. Hmm rasanyaa mak nyuss…! Lazzizz kenyang Alhamdulillah! Mereka bertiga memilih nasi kebuli kambing dan saya nasi madura daging

Itu cerita minggu ini, So kawan kalau ingin berkunjung ke Surabaya, sempatkan di Bulan Mei atau November, karena dua bulan ini adalah bulan-bulan special-nya Surabaya, 31 Mei adalah hari jadi kota Surabaya, dan 10 November adalah peringatan Hari Pahlawan Nasional, dan Surabaya adalah Kota Pahlawan, terima kasih ya sudah mampir kesini J
Entrepreneur  Vs Investor
Dua kata judul diatas sudah bukan bahasa asing lagi, tentunya bagi anda yang senang atau berkecimpung dalam dunia bisnis. Dua kata itu seolah sepasang busur dan anak panahnya saling membantu untuk mencapai tujuan.

Tulisan ini bukan untuk memperuncing selisih paham yang kadang terjadi diantara dua orang bersepakat dalam usaha, tapi lebih kepada evaluasi kinerja dan perbaikan pemahaman antara si entrepreneur dan si investor.

Secara garis besar, entrepreneur bisa diartikan orang yang memiliki usaha, sedangkan investor adalah orang yang memiliki dana / penyandang dana. Tidak semua entrepreneur mengawali usahanya dari dana investor, kebanyakan investor tertarik menanamkan dananya pada usaha-usaha yang sudah mapan, dengan alasan menghindari risk factor.  Tapi tidak menutup kemungkinan juga, ada investor yang berani menanamkan modalnya sejak awal usaha tersebut akan dibangun, bahkan belum tentu untung ruginya!

Sebenarnya memulai usaha itu tidak melulu menggunakan uang atau dana, karena menurut Helmy Yahya dalam bukunya “Siapa Takut jadi Pengusaha” artian modal tidak terpaku pada uang, tapi lebih luas lagi bisa berupa ide / gagasan bisnis, keahlian, keberanian, dan networking. Kalau kata mas Iphho Santosa, pakar otak kanan, buka usaha ga usah pake mikir, tapi dilakukan.. action! Itu yang penting

Meski dikatakan Entrepreneur “MODERAT” alias modal dengkul dan urat … bukan berarti saya menutup mata keberadaan investor. Investor tetaplah angel yang membantu entrepreneur untuk mewujudkan impiannya. Investor bisa jadi berasal dari lingkungan keluarga (ayah, ibu, kakek, nenek, paman, tante, mertua dll :D) atau dari luar lingkungan keluarga.

Nah kebetulan, saya memperoleh investor dari lingkungan luar keluarga, seorang kawan yang baik hati, dan rela menanamkan uangnya di usaha kecil hijab saya, mimAmia. Sebenarnya tanpa bantuan investor, usaha saya Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik, tapi dengan adanya investor usaha saya jadi lebih baik.

Kalau dulu usaha saya ini lebih kepada sekedar hobby, yang yaa kalau laku Alhamdulillah kalau gak bisa saya pakai, nah ini yang membuat usaha saya kurang berkembang dengan baik, kurang adanya disiplin diri, dan kurang adanya rasa tanggung jawab.. boleh dikata bisnis suka suka gue hehehe.

Semenjak kawan saya bergabung di bisnis ini, tepatnya 19 November 2012 yang lalu, usaha saya jadi lebih tertib, baik dari segi laporan penjualan, laporan keuangan, dan target-target yang ingin dicapai. Dalam kesepakatan itu kami saling berjanji diatas kertas tertulis mengenai kewajiban dan hak masing-masing, selain itu saya menambahkan syarat kepada investor saya ini untuk melakukan amalan shalih seperti shalat tahajud, shalat dhuha, sedekah, puasa sunnah dan menjaga shalat wajibnya, serta saling mendoakan… hehehe saya kan muridnya Ustad Yusuf Mansyur jadi beginilah cara bisnis saya..

Sebagai seorang yang diamanahi dana oleh investor, tentunya menjaga kepercayaan dan tidak menyia-nyiakan amanah tersebut adalah hal yang selalu saya muliakan. Berusaha sebaik mungkin agar uang tersebut bermanfaat dan berkah. Yaa..ibarat kata Lu minjem duit ke bank pake bunga, yang ini justru lu dapet berkah kemudahan dan harusnya ngasih kebaikan dengan cara berbagi keuntungan dengan adil…”

Saya menuliskan setiap pengeluaran uang yang saya pakai, memberikan laporan penjualan, hingga proses produksi dan keuntungan yang saya pakai, semuanya serba terbuka karena begitulah Ilmu bisnis dalam Islam mengajarkan.

Ada benarnya juga orang lain mengatakan, se-enak-enaknya usaha ya pakai duit sendiri, nggak kepikiran sama duit orang lain. Itu memang betul, memegang amanah dari orang lain itu berat, apalagi menyangkut harta benda dan uang, beraaaaaaattttt sekali. .. #soklebay deh

Tapi bener loh… saya sendiri kadang kepikiran kalau penjualan sedang sepi, meski investor saya bilang ya gak apa-apa, tapi tetap ada perasaan gak enak, karena uangnya mengendap tanpa hasil. Sering saya mengevaluasi kinerja, tidak hanya di akhir bulan, tapi setiap kali saya selesai shalat saya selalu berdoa semoga usahanya berkah, dan amanah yang diberikan investor ini bisa bermanfaat. Kemudian saya berpikir bagaimana caranya menarik pembeli, bagaimana caranya memberikan penawaran-penawaran bagi konsumen dengan kompetitor yang tidak sedikit.

Tapi dengan adanya investor, usaha lebih berkah dan lebih maju karena kita mau berbagi kebaikan dengan orang lain, berbagi keberkahan, keuntungan tidak diambil sendiri.. itung-itung bantu orang lain, begitu kata Mas Ippho right!

Namanya usaha, tiap bulan itu tidak pasti seperti orang gajian, tapi kata Bang Ippho pengusaha itu pasti berkah… Aamiin Inshallah J semangaatt! Nah sedihnya kalau pas kita laporan ke investor tentang profit yang kita peroleh di akhir bulan tidak seperti harapannya, meski kadang bernada becanda, ..”Ohh Cuma segini aja ya ..” tapi tetap aja sedih, ada rasa gak nyaman, rasa gak dihargai, hmmffh berarti kinerjaku belum bagus nih.. meski sudah kerja sepenuh hati.

Capek memang kalau kita mikirin sedih, setiap orang pasti berusaha maksimal, seperti ketika seorang pelari yang berlatih tiap hari sekuat tenaga sepenuh hati, berlari keliling lapangan di tengah terik matahari, kemudian ketika dalam perlombaan dia tidak mencapai garis finish sesuai target pelatih, dan mengecewakan pelatih.. pasti akan sedih, apalagi ditambah sindiran dan makian.. Aiihh menangis lah saya kalau jadi pelari itu..

Sama seperti halnya yang saya rasakan.. meski itu ungkapan joke untuk mencairkan suasana, tapi tetap dong ada rasa sedih… ______ =====______  Cuma segitu ya profitnya

Well .. hari ini adalah kali kedua investor saya mengatakan candaan seperti itu, saya sempat menangis, tapi dalam tangis kemudian saya mengevaluasi diri, mungkin ada amalan ibadah saya yang kurang dalam beberapa bulan ini, mungkin ada hak-hak pembeli yang tidak sengaja saya curangi, mungkin ada kata-kata saya yang kurang berkenan di hati pembeli, atau mungkin strategi penjualan saya yang kurang bagus.. dan terus saja berpikir apa kira-kira yang membuat kinerja kurang baik.

Saya berusaha mengambil positifnya dalam hal ini, teringat akan sebuah ayat dalam Surat At Taubah ayat 105 :

“Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah & Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, & kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yg ghaib & yg nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yg telah kamu kerjakan”

Ketika orang lain tidak menghargai pekerjaanmu, maka cukuplah Allah dan Rasul-mu sebagai “evaluator kinerja” .. apakah selama ini pekerjaanmu telah sesuai dengan tuntunan Islam dan Rasul-Nya?!

Nah jika belum atau masih jauh dari syarat itu, maka jangan engkau bersedih tapi perbaikilah, semoga kelak apa yang engkau kerjakan itu menjadi amalan yang membuatmu tersenyum di akhirat, karena engkau berniat memberikan kebaikan dan berbagi keberkahan meski orang lain itu kurang senang dengan hasil pekerjaanmu.. jangan menangis ya sayang.. Allahu ma ‘ana

Pesan saya untuk teman-teman yang sekarang menjadi investor, cobalah untuk ber-empati kepada rekan bisnis anda, kalau anda belum bisa memberikan apresiasi, meski hanya dengan mengucapkan terima kasih saja, cukuplah doa dalam hati untuk rekan bisnis anda, agar kedepan ada keberkahan rejeki yang lebih baik dari hari ini..

Bukan kami meminta disanjung-sanjung atas usaha yang kami jalankan, atau atas profit yang kami capai, tapi kami entrepreneur juga memiliki kehormatan diri untuk tidak menyusahkan orang lain dengan cara berusaha menjalankan bisnis sebaik mungkin, tidak ada niatan sedikitpun untuk mengurangi hak investor.. maka saling mengerti adalah jawaban yang terbaik..





UJE dalam Dakwah



Selepas shalat tahajud tadi pagi, Jumat 26 April 2013, saya sempatkan membuka laptop sambil mengerjakan sisa pekerjaan semalam, dan iseng membuka akun twitter sambil menunggu adzan shubuh

Biasanya banyak info-info bermanfaat yang saya dapat dari twitter, baik mengenai bisnis, pendidikan maupun ilmu-ilmu agama dari beberapa akun yang saya follow. Dan saya sempat kaget membaca re-tweet (RT) dari akun resmi milik Helmy Yahya yang menanyakan kebenaran berita meninggalnya Ustad Jeffry

Sempat ingin segera me retweet, tapi saya ragu karena pagi-pagi sekali beritanya sekitar pukul 3.30, khawatir berita yang disebar hoax. Saya tinggalkan sebentar pekerjaan saya, kemudian menelusuri sumber-sumber berita tersebut, semakin santer saja berita meninggalnya Dai Gaul ini.

Hingga akhirnya saya membaca tweet post dari beberapa orang yang saya tahu dan yakin akan kebenaran ucapannya, tiba-tiba saya terdiam dan menghela nafas dalam-dalam sambil mengucapkan doa untuk Ustad muda ini. Segera saya re-tweet berita tersebut, dan saya share di wall facebook saya.

Saya sempat tidak percaya atas hal yang terjadi pada ustad Jeffry atau yang biasa dipanggil UJE ini, beberapa hari yang lalu saya sempat berpikir .. wah sebentar lagi Ramadhan, pasti akan senang melihat banyak ustad-ustad yang memberikan renungan qalbu di acara TV, seolah oase ditengah gersangnya tayangan-tayangan TV.

UJE adalah salah satu ustad yang saya hormati karena cara beliau berdakwah yang penuh kharisma, selain paras wajahnya yang tampan, suara lantunan ayat-ayat Quran yang syahdu menggetarkan jiwa, juga caranya yang bijak dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan jamaah kajiannya.
 
Suasana Rumah Duka - Istri Uje (Baju Hitam - red)
Berita yang saya terima, UJE meninggal karena kecelakaan tunggal saat mengendarai motor gede-nya (MOGE), Saya sempat berpikir .. wah dari mana si UJE dini hari kok pakai motor, kemudian saya mengingat hari.. ah ya tadi malam kan malam Jumat, mungkin beliau baru pulang dari masjid atau baru selesai mabid bersama binaanya. Sekuat tenaga saya usir prasangka prasangka buruk tentang beliau, meski dulunya sempat saya dengar kehidupannya jauh dari jalan Islam.

Subhanallah, pilihan hidupnya untuk kembali ke Jalan Allah membuatnya menjadi pribadi yang beruntung dan bermanfaat bagi seluruh alam. Saya yakin diluar sana bukan hanya saya yang tersentuh hatinya, ketika pertama kali mendengar lantunan bacaan Al Quran-nya yang begitu merdu dikumandangkan di layar televisi. Saya juga yakin diluar sana ada lebih jutaan orang yang sadar untuk kembali ke Jalan Tuhan setelah mendengar nasehat-nasehat santunnya.  Dan saya yakin bukan hanya saya saja yang masih tidak percaya atas kepergian UJE.

Tepat ketika adzan shubuh berkumandang, semakin santer berita meninggalnya suami dari Upik UJE ini disiarkan, beliau meninggal akibat kecelakaan tunggal di daerah Pondok Indah dan motor yang ditumpanginya menabrak pohon palem, kabarnya jalanan licin. Ustad yang banyak digandrungi anak-anak muda ini berniat pulang setelah selesai menghadiri acara kajian DAI.

Subhanallah.. lagi-lagi saya menyebut nama Allah, mendoakan UJE semoga amalan-amalan kebaikannya diterima Allah, dan dihitung sebagai mati Syahid karena berdakwah memberikan ilmu di Jalan Allah. Allah benar-benar memuliakan hambanya yang bersungguh-sungguh di jalannya, hanya orang-orang pilihan Allah yang meninggal di hari Jumat, puncak-puncaknya kebaikan hari.
 
Suasana pelayat UJE
Saya termenung, memikirkan kebaikan-kebaikan apa saja yang sudah saya perbuat beberapa hari ini, adakah orang-orang yang tersakiti dengan lidah saya, adakah kecurangan-kecurangan yang tidak sengaja saya lakukan…. Astaghfirullahaladzim

Menyesal pagi ini saya tidak menyempurnakan qiyamul lail karena sedikit terlambat bangun, menyesal saya mengurangi kekhusyukan shalat sunnah fajr, kerena memikirkan pekerjaan, menyesal saya melewatkan tilawah al quran yang saya tinggalkan beberapa minggu ini dengan alasan sibuk, menyesal dan menyesal … dan jika pagi ini saya juga menjadi daftar dalam catatan malaikat maut .. pasti sesal itu tak akan berguna..

“….. walaupun hidup seribu tahun .. jika tak sembahyang ... apa gunanya....” tiba-tiba suara merdu UJE yang melantunkan nasyid ini bergema di telinga saya..

MashaAllah Ustad Jeffy Al Buchari, dalam kematianmu pun engkau masih mampu membuat orang lain mengingat Allah, merindukan Rabb-nya, mengikuti kembali Jalan Islam.. Ribuan jamaah yang menyalatkanmu di Masjid Istiqlal, ribuan orang mengantarkanmu menuju peristirahatan, jutaan orang mendoakan di berbagai kota.

Semoga engkau tersenyum di surga menikmati jerih payahmu di dunia ditemani bidadari surga yang bermata jeli, dan semoga kemuliaan atas keluarga yang ditinggalkan

Allahumma firlahu warhamhu wa’afihi wafu’anhu


Photo Source : googling


Dua minggu yang lalu, seolah Tuhan sedang mengajak saya bermain penuh canda dan kasih sayang, Tuhan menyapaku dengan cara yang indah, mengajakku berkunjung bersilaturrahim kepada kawan-kawan lama yang entah berapa bulan atau bahkan tahun tak lagi saya menemuinya.

Bertemu dengan tiga keluarga yang dulunya sering saya kunjungi, entah alasan sibuk atau cuaca yang kurang menentu membuat saya enggan berkunjung, padahal banyak ilmu yang saya lewatkan dengan tidak mengunjungi mereka, dan sore itu Tuhan menggerakkan hati ini untuk bertandang.

Keluarga yang pertama saya kunjungi, baru saja dikaruniai putra ke-3, hingga usianya menginjak 8 bulan,  baru sore itu saya mengunjunginya, itupun ditelpon karena ada sesuatu yang ingin dibicarakan. Hhhhffhh .. betapa jahatnya saya, keluarga yang begitu baik namun terputus silaturrahim hingga beberapa waktu.

Di rumah itu ada dua malaikat kecil yang dulu sangat akrab dengan saya, namanya Ahmad dan Yusuf, lelaki-lelaki kecil ini biasa memanggil saya Ammah (tante dalam bahasa arab), sangat menggemaskan dan tak henti berceloteh, terkadang mereka tak mengijinkan saya pulang, karena cerita celoteh mereka tak pernah usai.

Berdiri di depan pintu rumahnya, mengucapkan salam dan menyapa si Kakak Ahmad, yang terkesan malu-malu mengingat.. kemudian berlari memanggil Ummi nya, “Ummi… ummii.. ada ammah yang dulu sering kesini..” teriak Ahmad pada ibunya. 

Seperti ritual keluarga muslim pada umumnya, yaitu mengajarkan anak menghormati tamu dengan memberikan salam dan mencium tangan yang dituakan, dan masih saja saya senang melakukan ritual mencium kembali tangan-tangan mungil mereka. Setiap kali bertemu dengan anak kecil itu yang saya lakukan, memberikan ciuman kembali kepada tangan mereka.. seperti Rasulullah mencontohkan, ini menandakan kasih sayang.

Melepas rindu dan berceloteh, hingga Adzan Magrib menjelang, saya pun bergegas mengambil wudhu, si adik Yusuf kebetulan sudah sejak tadi meninggalkan kami menonton serial kartun Shaun the Sheep, dan umminya memintanya untuk mematikan tv kemudian sholat.. tapi ya seperti anak-anak lain, mereka mulai merengek.
Saya sudah siap dengan air wudhzu dan mukenah, lalu entah bagaimana ide itu datang, ditengah kegaduhan magrib dan suara TV, kemudian saya menarik lengan Kakak Ahmad, dan berseru.. 

“ayooo siapa yang ikut ammah ke Surga..??” kemudian berlari bersama menuju tempat solat
“Aku ikut ammaaaaahh…” jawab Kakak Ahmad sambil berlari bersama saya

Photo Source : Googling
Kemudian saya gelar sajadah dan iqamat, terlihat senyum girang di mata malaikat kecil itu, dan tiba-tiba si Adek Yusuf, mengikuti diam-diam dari belakang membawa sajadah besar, dan menggelar tepat di samping sajadah saya. Dan takbir pun saya ucapkan, diikuti takbir dari dua malaikat kecil itu. Dalam bacaan sholat saya, ada rasa keharuan dan teduh dalam hati, betapa indahnya berada diantara keluarga kecil ini!

Semua penat dan stress melebur dalam bacaan sholat, meski kadang terusik oleh ulah si Kakak Ahmad yang sujud duluan, sambil menengokkan kepala ke arah saya.. MashaAllah betapa pintarnya mereka!

Setiap kali saya bertanya, buku apa saja yang dibaca untuk mendidik anak agar menjadi sholih dan sholihah kepada umminya, beliau menuturkan ada banyak buku tuntunan mendidik anak yang bisa dibeli di toko buku, tapi Ilmu Allah dan Rasul-Nya adalah yang terbaik, maka perbanyaklah ilmu dan doa agar dimudahkan mengasuh dan mendidik amanah Allah ini hingga kelak dewasa. Subhanallah!

Sore itu Tuhan mengajarkan saya bagaimana menjadi pemimpin, bagaimana berbicara dengan orang lain dengan bahasa yang dipahami, dan mengajarkan kepada saya hanya jalan Tuhan yang membuat kita damai! Hasbiyallahu wa ni’mal wakiil .. Cukuplah Allah sebagai penolongku

Oke tulisan selanjutnya.. ditunggu ya J

Ciput Ninja - Inner Ninja

Perkembangan trend busana muslim dan jilbab di Indonesia benar-benar berkembang cukup pesat. Dalam satu minggu saja, ribuan produk dan desain membanjiri pasar Indonesia.

Trend menggunakan jilbab juga semakin marak di Indonesia, bahkan diseluruh dunia, salah satunya di Negara Prancis, yang kabarnya banyak warga disana berbondong-bondong memeluk agama Islam sejak peristiwa 9/11 dan berbagai macam aksi penghinaan terhadap Islam. Allah justru menunjukkan cahaya bagi saudara-saudara kita disana.

Meski berpindah agama menjadi hak asasi setiap orang, namun untuk urusan mempraktekkan Islam secara kaffaah di Negara-negara Eropa masih menjadi tantangan tersendiri bagi pemeluknya. Salah satunya adalah larangan menggunakan jilbab bagi muslimah.

Berbagai alasan dikemukakan oleh musuh-musuh Islam, agar orang semakin meninggalkan perintah Allah SWT, tapi manusia diberikan akal yang lebih baik untuk menemukan solusi. Menggunakan hijab, khususnya di Negara-negara Eropa, perlu trik dan tips khusus agar penampilan tetap syar’ie dan tidak membuat orang lain takut untuk bergaul dengan kita.

Berawal dari permasalahan jilbab berbahan tipis produksi Cina yang masuk ke Indonesia (era tahun 90an), membuat para muslimah resah karena khawatir aurat mereka terlihat, merekapun menggunakan dua jilbab agar tidak menerawang. Permasalahan lain muncul, karena tidak semua muslimah suka menggunakan dua jilbab, alasannya kurang rapi dan ribet.
Ninja T-Shirt Order dari Prancis

Akhirnya banyak muslimah yang berpindah ke jilbab instant (awal tahun 2000), yang kebanyakan terbuat dari bahan kaos ataupun spandek. Jilbab ini sangat praktis dan digemari semua kalangan, hanya saja kesan casual kurang pas untuk acara formal. Hingga akhirnya muncul produk ciput arab, sekitar tahun 2008 lalu disusul ciput ninja pada akhir tahun 2010 hingga sekarang.

Salah satu produsen Inner Ninja / Ciput Ninja dengan brand mimAmia, mengaku sempat kewalahan menangani permintaan pembeli dari berbagai pelosok Negeri. Bahkan produk ini sampai sekarang masih digemari hingga manca Negara.

”Sejak akhir tahun 2011 hingga sekarang, saya banyak melayani permintaan pelanggan dari Prancis untuk produk inner ninja mimAmia, lebih dari 1000 potong telah saya kirim ke beberapa kota di Prancis” tutur Ericka Abdullah pemilik mimAmia

Sesuai dengan tagline produknya, mimAmia hijab for world, kini produk-produk nya semakin banyak peminat dari berbagai Negara-negara Asia, termasuk Australia dan Eropa. Menurut info dari pembelinya, inner ninja sangat pas dikenakan oleh muslimah yang berada di Prancis, mereka tetap bisa menjaga auratnya, dan diterima masyarakat dengan penampilan yang anggun dan syar’ie.

Men Shawl untuk Pasar UK



Malam minggu dan tanggal muda, sepertinya pasangan yang pas untuk berhura-hura heheh, meski tidak selalu menghamburkan uang sia sia tetap saja ini disebut hura-hura menurut saya! Setelah lima hari bekerja, Sabtu adalah hari yang paling ditunggu bagi semua orang, khususnya yang tinggal di kota besar, seperti di Surabaya, kemacetan, hiruk pikuk dan polusi sangat membuat otak semakin cepat beku.

Sabtu Minggu adalah hari bersantai, beberapa orang memilih keluar kota seperti Malang, untuk mendinginkan kepala, tapi ada juga yang tetap berada di Surabaya, ada yang ke mall atau sekedar berkeliling kota. Nah saya kali ini memilih jalan-jalan ke utara, menikmati makan malam nasi cumi, setelah ngobrol dengan seorang teman dan bercerita tentang tulisan nasi cumi di blog saya.

Nasi cumi ini bukanya 24 jam loh, dan ini kali pertama saya makan nasi cumi pas malam hari, wah ternyata pengunjungnya lebih ramai dari biasanya. Selain itu disebelah nasi cumi ada beberapa penjual makanan lain, salah satu yang menarik perhatian adalah Kue Pancong! Jangan salah baca kue Pocong yaa he he he



Kue Pancong, setahu saya ini kue dari Jakarta, saya hanya sesekali mendengar namanya, tapi belum tahu seperti apa bentuk dan bagaimana rasanya. Wah kebetulan sekali nih ada di Surabaya, karena pembelinya antre pasti rasanya enak #teorijajananenak.
Setelah selesai makan nasi cumi, yang berada persis di samping Pasar Atom Surabaya, tepatnya di Jalan Waspada, saya menuju ke stand sebelahnya, Kue Pancong, tertulis besar di spanduk yang dipampang di dinding pintu toko. Ya jangan dibayangkan tempat kedua makanan ini disebuah restoran atau depot, tapi ini adalah jajanan kaki lima, nyempil di pinggir toko.

Eealaah..njekethekk (kata orang Surabaya) ternyata nama lain kue pancong itu kue rangin, ya kalau ini saya sudah tahu, dulu setiap mau berangkat ngaji di kampung, saya selalu membeli kue ini dimakan bersama teman-teman pas istirahat ngaji menunggu adzan magrib. Aiihh jadi bernostalgia nih ceritanya.

Kue ini masih banyak kok dijual di Surabaya, dijual oleh pedagang keliling dengan cirikhas yang sama sejak dulu, yaitu dipikul dan cetakan kuenya berbentuk kotak-kotak seperti cetakan kue pukis. Ada yang perapiannya menggunakan tungku, ada juga yang menggunakan kompor.
Yang menggunakan tungku rasanya lebih enak, karena aroma arang menjadikan kue ini lebih enak lagi. Saya kurang tahu apa saja isi adonan kuenya, yang jelas ada parutan kelapa yang tercampur dalam adonan, menjadikan rasa kue ini gurih asin dan manis karena ditaburi gula pasir.

Naah kue pancong yang berada di Jl. Waspada ini, namanya Kue Pancong Cak Mustar, satu baris panjang harganya Cuma 10,000 rupiah, memang lebih mahal sih dari kue pancong yang biasa dijajakan, tapi bedanya disini ada beberapa pilihan rasa.. ada rasa coklat, keju, manis, meses, dan ada juga yang menggunakan gula halus bagi yang tidak suka manis..  hmmm enaak bukan?! Saya memilih rasa keju manis… pilihan rasa favorit saya.

Kios Cak Mustar ini buka dari pukul 5.30 sore sampai malam, katanya sih pernah sampai jam 1 malam masih buka, tergantung ketersediaan barang. Sayangnya yang di Jalan Waspada bukanya hanya malam, tapi jangan kuatir, siang bisa dibeli di Jalan Pengampon, di dikat rumah makan nasi campur undaan, atau bisa telpon langsung untuk pesan! Selamat mencoba J






Semangat saya sempat patah, ketika ditipu seorang buyer dari Negara lain, sehingga saya sempat trauma untuk berdagang!

Setiap pelaku usaha pasti akan menemui pasang surut dalam perjalanan usahanya, adakalanya di puncak, dan bahkan jatuh tersungkur hingga hancur! Itu adalah hal biasa, yang menjadi luar biasa adalah ketika mampu bangkit dari kehancuran, berikut bagaimana kisah Ericka Abdullah pemilik mimAmia, sebuah produk hijab lokal yang sekarang mendunia.

Perempuan asal Bondowoso yang mengawali usaha dagangnya sejak 2008 ini menuturkan bahwa pertama kali export dagangan baju muslimnya ke Australia, kemudian disusul beberapa Negara tetangga. Hingga pada akhir tahun 2009, seorang loyal buyer-nya tidak membayar sisa tagihan setelah barang terlanjur dikirim. Berbagai upaya dilakukan untuk menagih, hingga lebih dari setahun.

Kejadian itu membuat usaha yang dirajut bersama rekannya retak, dan akhirnya berhenti total dari dunia “perdagangan” kembali menjadi seorang karyawan. Tapi kebiasaan isengnya muncul, di kantor baru peluang baru pun menunggu, semua karyawati menggunakan jilbab, dan tentunya suka yang namanya belanja jilbab.

Ericka menggunakan sebagian kecil gaji bulanannya untuk modal awal membeli jilbab di pasar grosir, kemudian menawarkan dagangannya ke teman-teman kantor, publish via internet, upload di facebook. “Waktu itu saya belum punya kamera dan laptop, saya gunakan kamera handphone dan upload numpang di kantor, saya datang pagi-pagi sebelum jam kerja, sambil browsing-browsing info” kenangnya.

Jiwa dagang yang memang sudah diasah sejak kecil, membuat mantan finalis Kontes Inovasi Bisnis Mahasiswa tahun 2004 ini, pandai membaca peluang. Semangatnya untuk bangkit dari kekalahan mulai tumbuh, hingga akhirnya trend ciput arab yang sedang booming kala itu, membuatnya nekad untuk memproduksi sendiri.

Permintaan akan ciput arab meningkat tajam, seiring mendekati lebaran ditambah lagi Sinetron ayat-ayat cinta yang pemerannya menggunakan ciput sebagai salah satu pelengkap baju perannya. Pesanan baik retail maupun wholesale datang silih berganti, produk ciput arab merajai penjualannya dan bertahan hingga dua tahun lebih di pasaran.

Di tahun 2010, produknya diminati oleh seorang pembeli dari Thailand yang melihat promo produknya via internet, kemudian memesan 1000 buah ciput arab dengan berbagai warna. Sejak itu mimAmia kembali melangkahkan kaki di pasar internasional, pesanan datang dari Singapore, Malaysia, Sydney hingga ke Arab Saudi.

Kini mimAmia tidak hanya memproduksi ciput arab, berbagai produk muslim lain juga telah merambah pasar luar negeri. Targetnya kedepan mimAmia Penjuru Dunia!


Contact Person :
Ericka Abdullah  : erickaregy@gmail.com
Facebook mimAmia : https://www.facebook.com/mim4mia




Ericka Abdullah was here.. #MySelangorStory!  yap Saya seorang perempuan muda bertalenta dan berbakat, sekaligus Muslim Entrepreneur, pemilik produk Shop Online Baju Muslim dengan brand mimAmia, dengan pasar mencakup Indonesia dan Internasional :) (Alhamdulillah yaa .. hehe)

Januari kemarin, saya terpilih untuk masuk ke putaran selanjutnya, dalam ajang perlombaan blogging di Malaysia, tepatnya di Selangor salah satu Negeri di Malaysia yang memiliki beragam tempat wisata menarik. Saya diundang oleh pihak penyelenggara #MySelangorStory untuk Tourism Selangor, selama 5 hari 4 malam, menikmati kemewahan wisata di Negeri Jiran ini.

Popular Posts

  • Festival Rujak Uleg Surabaya - Kembang Jepun
  • Kue Pancong alias Kue Rangin
  • The Valley of Goddess
  • Bondowoso the hidden paradise
  • Cumiiiii... (Nasi Cumi Pasar Atom)

Recent Posts

  • Comments
  • Tags
Business Cerita Chit Chat Chut galau hati Humanism Kecantikan kuliner Lomba Blogging mimAmia MySelangorStory Opini Puisi Renungan Kamis Pagi Speak It Out Traveling Travelling Warta

Latest From

Ericka Abdullah

Seorang pembelajar yang sedang berproses dan terus berjalan mengikuti jejak langkah khatulistiwa, mewarnai dunia dengan setiap karunia Tuhan yang sedang dianugerahkan, hingga kelak saat yang telah ditentukan.

Quick Links

  • Business
  • Cerita
  • Chit Chat Chut
  • galau hati
  • Humanism
  • Kecantikan
  • kuliner
  • Lomba Blogging
  • mimAmia
  • MySelangorStory
  • Opini
  • Puisi
  • Renungan Kamis Pagi
  • Speak It Out
  • Traveling
  • Travelling
  • Warta

Follow Us

Copyright 2012 Ngampung Dolan. All rights reserved.