Pages

Hapus Video #SaveMaryam

Assalamualaikum kawan,

dari beberapa hari lalu marak info simpang siur mengenai video youtube yang bertajuk "Save Maryam", dalam video tersebut, sebuah organisasi di UK Mercy Mission, yang notabene memang legal, TAPI telah menggunakan data yang salah dan mencatut nama Indonesia, juga sebuah nama organisasi besar Islam di Indonesia, untuk melakukan penggalangan dana yang tidak kecil, dari muslim seluruh dunia. 

Issue yang dimasukkan dalam video tersebut, adalah telah terjadinya peningkatan umat kristen di Indonesia akibat sebanyak 2 juta umat muslim Indonesia yang berpindah agama karena adanya program kristenisasi tiap tahunnya. Mereka melakukan kampanye penggalangan dana untuk menyelamatkan umat muslim Indonesia yang diberi nama #SaveMaryam. Hal ini membuat resah kalangan terpelajar di UK, dan membuat tulisan yang menyangkal kebenaran video tersebut. Dan sayangnya telah banyak korban yang menyumbang untuk kampanye tersebut. Berikut saya kutipkan tulisan Pak Maulana Syuhada, salah satu mahasiswa program PhD Science di Lancaster University UK tentang organisasi tersebut dan kecurangan-kecurangan yang dilakukan mereka. 

Assalamu'alaikum wrwb.Selamat pagi saudara2ku sebangsa dan setanah air,

Seperti yg teman2 sudah ketahui, saya sudah mempublish tiga tulisan di facebook tentang kampanye #SaveMaryam.

Saya sudah maksimal menjelaskan bagaimana kampanye #SaveMaryam ini penuh kecacatan, baik dari segi "cara" maupun "isi". Banyak fakta yg didramatisir, data2 yg asal comot, dan perhitungan yg serampangan.

Saya mohon kita, para intelektual Indonesia di UK menggunakan akal jernih dan intelektualitas kita dalam memberikan judgement terhadap kampanye #SaveMaryam. Jika tidak, kita hanya akan terus dibodohi oleh pihak luar dan jadi bahan olok2an. 

Kita di sini bukan untuk membicarakan legalitas dari organisasi Merci Mission. Semua sudah mafhum bahwa Merci Mission itu organisasi sah, uk registered charity, dan SaveMaryam itu adalah projectnya. Tidak usah mendatangi kantornya pun, semua informasi itu sudah termuat di Websitenya.


Yang jadi masalah adalah kampanye #SaveMaryam itu sendiri. Video dan website yg disebarkan memuat fakta2 yg tidak benar, salah satunya adalah klaim 2 juta Muslim Indonesia menjadi Kristen setiap tahunnya. Tidak sulit untuk membuktikan bahwa fakta ini tidak benar, karena menurut dua sensus terakhir (2000 dan 2010), pertambahan penduduk Kristen dari tahun 2000 ke 2010 hanya 5.48 juta (atau hanya 548 ribu/tahun). Jadi mustahil ada 2 juta orang Islam masuk Kristen per-tahun.

Nah klaim 2 juta yg tidak benar ini sudah disebarkan ke seluruh dunia oleh Merci Mission lewat video SaveMaryam untuk menggalang dana. Apa kita diam saja dibodohi seperti ini oleh Merci Mission???

International Crisis Group (yg kerap dijadikan rujukan dalam video dan website savemaryam) lewat akun mereka di Facebook sudah secara resmi meminta Mercy Mission menghapus semua referensi yg berkaitan dengan ICG di #SaveMaryam. (baca lampiran di bawah)

Ternyata klaim saya tentang serampangan dan ketidakjujuran Merci Mission (MM) benar adanya. Angka yg didapat Mercy itu ternyata hanya diambil dari sebuah FOOTNOTE laporan ICG tentang kenaikan populasi kristen di daerah Bekasi yg konteksnya sangat spesifik. Mercy mengekstrapolasikan data ini untuk seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Dan mem-broadcast data ini ke seluruh dunia lewat youtube untuk menggalang dana. Benar-benar KETERLALUAN!  

Saya orangnya berprinsip "zero tolerance" untuk kebohongan. Mau untuk tujuan dan alasan apapun kebohongan tidak bisa ditolerir. Baik secara agama maupun hukum ini adalah SALAH! 

Sebagai muslim saya percaya bahwa kebohongan (untuk alasan/tujuan apapun) tidak akan membawa berkah, tidak akan mendapatkan ridho Allah SWT, yang ada adalah malapetaka. Setiap dollar yg mereka terima, tidak akan menjadi berkah. Dan setiap kata yg teman-teman tulis untuk mendukung atau membela kebohongan ini akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.

Dan secara hukum, kebohongan adalah tindakan kriminal! 

Seperti yg saya tulis dalam note terakhir: Saya meminta Merci Mission untuk MENGAKUI bahwa data 2 juta yang mereka sebarkan adalah SALAH, dan mereka HARUS:1. Meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas pemberitaan yg tidak benar.2. Meminta maaf kepada seluruh umat Islam di dunia karena memberikan data yg tidak benar.3. Meminta maaf kepada seluruh donatur yg telah menyumbangkan uangnya karena mereka mengira bahwa data itu benar adanya.4. Menghapus video dari youtube, dan menghentikan kampanyenya!

SaveMaryam ini sudah menjadi isu global! Sudah saatnya kita tunjukan bahwa kita para pelajar dan masyarakat Indonesia di UK ini adalah kaum intelek dan punya integritas. Kita bukan bangsa yg bisa dibodohi dan mudah ditipu oleh laporan kacangan.

Mari kita tunjukan kepada dunia harkat dan martabat kita sebagai bangsa!Salam,Maulana

Berikut posting dari akun resmi ICG di page #SaveMaryam:

International Crisis Group shared a link.17 hours agoDear Sir: 

The video on the savemaryam.com website seriously misrepresents an International Crisis Group report, and we request that you remove all references to our organization immediately. 

Nowhere does our November 2010 report, Indonesia: “Christianisation”and Intolerance, list the number of Indonesian Muslims being converted each year, let alone make predictions about the future. It appears that you have taken one footnote, with statistics from one city where the population of Christians relative to Muslims had risen slightly, partly through in-migration of workers from elsewhere in the country, and extrapolated those numbers to the whole country.

The report reads: "In Bekasi, the focus of this briefing, municipal statistics show a steady growth of Protestants in relative terms.[footnote] Part of the increase may be due to the steady in-migration of Protestant Bataks from Sumatra to look for work."

The footnote in question reads: “In 2000 Bekasi had a population of 1,668,494 of whom 89 per cent were Muslim, 6.5 per cent were Protestant and 3.2 were Catholic. By 2009 the population had jumped to 2,145,447 of whom 87.3 were Muslim, 8.05 per cent were Protestant and 2.98 were Catholic.”

The thesis of our report was not that Christians were overtaking Muslims in Indonesia, but that in one particular city, hard line groups from both religions were competing for the same ground, causing a rise in communal tensions. The report said that among the other causes of these tensions were the failure of the government to prevent or effectively prosecute incitement and intimidation against religious minorities; the growth of Islamic vigilante organizations that have become a public order menace; and aggressive evangelical Christian proselytizing in Muslim strongholds. The report describes some cases of the latter; it also describes violence by Islamist groups against Christian congregations that are ethnically-based and do not seek converts. It concludes by urging the Indonesian government to undertake a series of steps to nurture religious tolerance. Your distortion of our report suggests that you are trying to do exactly the opposite. 

We urge you and viewers of the video to read our report in full, which is available on www.crisisgroup.org along with our many other reports on Indonesia.

Tulisan lain mengenai aksi tolak SaveMaryam ini, bisa dibaca disini :

http://www.facebook.com/notes/maulana-m-syuhada/understanding-savemaryams-press-release-incompetent-or-dishonest-or-both/10151135442177238

http://www.facebook.com/notes/maulana-m-syuhada/how-to-prove-that-savemaryams-2-millions-conversion-rate-is-fake/10151133317782238

http://www.facebook.com/notes/maulana-m-syuhada/savemaryam-a-kony-2012-type-campaign-misleading-and-very-insulting-to-indonesian/10151129971357238

Terima kasih sudah membaca, dan mari kita bersatu sebagai bangsa Indonesia untuk tidak dibodohi oleh bangsa lain, dan sebagai umat muslim mari kita bela agama kita, dan berlaku "zero tolerance" terhadap kebohongan 

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, sampaikan salam anda disini ya :)