Pages

Sebuah Pengakuan




Tuhan, aku adalah setitik noktah yang sengaja Engkau ciptakan Menjadi salah satu warna di dunia ini
Setiap pergerakan langkahku, ada dalam genggaman Mu







Tuhan, aku bukanlah noktah putih yang abadi berpendar

Aku berada pada warna warni dunia

Terkadang merah, sesaat jingga, melebur menjadi hitam hingga pekat tak terlihat

Hanya Engkau sajalah Tuhan, yang mampu membuatku kembali berpendar


Tuhan, aku tidak pernah menyesal menjadi setitik noktah

Engkau memberikan jiwa didalamnya

Jiwaku menangis ketika bumi membuatku terpental

Jiwaku meradang ketika melewati lautan onak

Jiwaku berkeluh kesah ketika tak kunjung bertemu asa

Namun Mengingat Mu membuat jiwaku berdamai


Tuhan, aku berjalan diatas garis

Mendaki tanjakan, menuruni kelokan, hingga terjun menyelam jurang

Bahkan aku sering tersesat

Jikalau Engkau tidak mengirimkan cahaya
Aku yakin.. tak akan pernah sampai pada akhir garis Mu

Kau pertemukan aku dengan duka,
Agar tahu bagaimana jika berjumpa cita

Kau hembuskan gelisah

Agar tahu bagaimana berdiri tegar

Kau munculkan lelah dan semangat

Agar aku mengerti hidup itu indah


Dan Tuhan..
Jika aku boleh memilih,
Aku pasti meminta surga dunia dan surga keabadian

Agar aku selalu tersenyum melihat Mu


Tapi Tuhan
Engkau lebih mencintaiku
Kau biarkan aku mengembara di dunia, menjadi noktah yang berpendar

Membiarkan aku melihat Mu pada kemilau dunia

Membiarkan aku mendengar Mu pada setiap alam yang bergeming

Merasakan kedekatan Mu hingga ujung leherku

Merasakan surga yang lebih indah dari sekedar duniaku

Ketika Noktah tak lagi berpendar

Ketika Binar Noktah itu benar-benar sirna

Saat itu pula perjalanan panjangku berakhir

Senyumku terkembang Memeluk Mu dalam damai
Seperti ketika Engkau masih memelukku Di surga Mu dulu


by Chittanesia 2011 March

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, sampaikan salam anda disini ya :)