Pages

5 Rabiul Awal … (45 Menit yang Tersisa!)



Allahumma sholli ’ala muhammad wa’ala sayyidina muhammad, Shalawat atasmu kekasih Tuhanku, semoga Kejayaan Islam berpendar sepanjang masa kekal hingga akhirat!

Seminggu lagi, kita akan memperingati hari kelahiran Rasulullah, 12 Rabiul Awwal, dan di bulan ini juga, tepat tanggal 5 Rabiul Awal setengah umur manusia telah aku lewati, senangnya hatiku ketika aku tahu lahir pada bulan yang sama dengan Rasulullah, semoga bisa menjadi pengikutnya yang hanif, dan berharap memperoleh syafaatnya kelak di hari tiada lagi penolong.

Tidak wajar memang mengenal kapan kita dilahirkan menggunakan kalender hijriyah, kebanyakan orang mengingat hari lahirnya menggunakan penanggalan masehi, tidak salah sih karena itu yang terjadi pada umumnya. Tapi aku ingin sedikit beda kali ini menulisnya

Beruntung aku punya kakek yang pertama kali mengenalkan penanggalan hijriyah, kurang lebih delapan belas tahun kakek Abdullah menemani perjalanan umurku, masih teringat semua kenangan indah, pitutur nasehatnya, senda gurau, dan masih terlukis indah betapa aku dulu begitu manja dalam pelukan dan buaiannya.

Muharram, Shafar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Dzulqaidah, Dzulhijjah.. tuturnya mengenalkan bulan-bulan Islam kepadaku. ..

“Gula jawa (panggilan sayangku baca tulisanku ini), kau itu dilahirkan pada bulan yang sama dengan Rasulullah.. bulan ketiga dalam Islam, dimana pada bulan itu banyak peristiwa besar, dan pada bulan itu pula awalnya musim berbunga, awalnya tanaman bersemi.. semoga engkau kelak menjadi bunga yang tumbuh bercahaya meneduhkan taman surga” pitutur kakekku ketika duduk  selesai sholat magrib di surau belakang rumah.

Aku hanya tersenyum kala itu, tidak begitu mengerti apa yang dituturkan kakek, hanya bunga berkilau yang aku tahu, seperti kuncup-kuncup bunga yang mekar dipagi hari, basah oleh embun dan kemilau terterpa mentari. Ahh.. rasanya baru kemarin aku bermanja dalam pelukan dan buaianmu Kek, waktu berjalan begitu cepat, mengelupas guratan-guratan kisah antara aku dan kehidupan.

Terima kasih engkau sempat menitipkan sedikit ilmu, sebelum pergi melepasku berjalan sendiri mengarungi luasnya satuan masa yang ternyata hanya 1,5 jam perjalanan malaikat dari langit menuju bumi. Ada banyak rintangan dan halangan, tapi lebih banyak kesenangan dan keberkahan yang aku dapati. Terima kasih Tuhan, Engkau ijinkan aku melewati waktu hingga pagi ini dengan baik

Semoga Engkau memberikan keberkahan sisa waktuku yang mungkin tinggal 45 menit kedepan, atau mungkin 10 menit, atau mungkin sudah dalam hitungan detik. Aku tidak pernah tahu, tapi Tuhan kapanpun Engkau ingin menemuiku aku akan selalu siap tersenyum, tapi Tuhan.. di separuh akhir waktuku ini.. aku mohon kepada-Mu, ijinkan aku untuk menjadi lebih baik dan terbaik.. hingga akhirnya Khusnul Khatimah dengan tersenyum seperti mujahidah Palestina

11 Januari 1913

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, sampaikan salam anda disini ya :)