Pages

Bahaya Facebook !

Semenjak dikenalnya Internet di Indonesia, arus informasi dan teknologi berputar sangat cepat bak pusaran air yang kalau kita salah memasukinya, maka akan hanyut tenggelam terbawa arus.

Memang tidak bisa dipungkiri, internet sangat membantu kemajuan negeri ini, terutama saya yang bergerak di bidang industri bisnis on-line. Sejak awal saya menggunakan jasa Om Internet untuk memasarkan barang dagangan hingga penjuru dunia, walhasil ribuan dollar berhasil saya jaring berkat Internet.

Facebook adalah salah satu alat media sosial yang membantu saya memasarkan produk mimamia hijab hingga pelosok negeri, kini berkembang ke luar negeri.  Dan untuk mengakses media ini, dibutuhkan jaringan internet. Tapi sayangnya, dampak negatif dari facebook ini juga berkembang cukup pesat. 


Akhir-akhir ini, sering kita dengar berita TV maupun media massa lainnya yang mengungkapkan berita kejahatan dunia maya atau cyber crime. Korbannya bukan saja orang dewasa saja, tapi sudah menyentuh anak-anak lugu usia belasan tahun. Dan mirisnya lagi, anak-anak usia SD juga banyak yang menjadi korban, baik itu kasus penculikan, pelecehan seksual, narkoba, pornografi hingga pembunuhan.

Saya pikir ini terjadi hanya di Indonesia, karena kebanyakan orang tua di Indonesia - mohon maaf - gaptek atau kurang paham teknologi, sehingga tidak terlalu memantau perkembangan dan pergaulan anak, tapi ternyata hal ini juga terjadi di luar negeri. Berikut video dari youtube tentang tes sosial pada beberapa anak disana. 

Sedih rasanya melihat anak-anak belum baligh sudah paham masalah seksual yang belum patut mereka pahami. Kasus pembunuhan sadis yang sangat menyayat hati, dan ironisnya lagi, foto-foto nya dipajang di FB oleh orang-orang yang kurang bijak beretika. 

Hmmm.. sampai tulisan ini dibuat, saya jadi berpikir apa yang bisa kita lakukan, selain controling keluarga, lingkungan terdekat, dan masyarakat juga pemerintah ? Internet tentunya tidak dapat dihentikan, karena ini adalah salah satu bagian dari kemajuan jaman. Tapi manusia diberikan akal dan hati untuk berpikir menentukan apa yang baik dan buruk.

Saran dari salah satu teman baik yang juga seorang psikolog klinis, Devi Puspitasari - dulu praktek di MOBBIC Surabaya - beliau menuturkan bahwa kesalahan bukan sepenuhnya dari faktor internetnya, tapi lebih ke kontrol keluarga, perhatian orang tua kepada anak, juga peran lingkungan. 

Kebanyakan korban internet negatif, adalah anak-anak yang kuper (kurang pergaulan, kurang perhatian ortu) dan 80% aktifitasnya lebih banyak dihabiskan dengan gadget. Orang tua seharusnya memantau bahkan harus menemani sang buah hati ketika sedang menggunakan internet. Selain itu pemahaman norma dan komunikasi yang baik dengan seluruh anggota keluarga. 

Kita sebagai orang tua, seharusnya juga memberikan contoh yang baik untuk anak-anak. Jangan terlalu -maaf- "mengumbar" sisi privasi kehidupan kita di media sosial. Semua yang kita rasakan, alami, atau sedang lakukan di-posting di medsos, tanpa kita sadari.. bukan hanya teman lingkup kecil yang bisa melihat sisi kehidupan kita, tapi seluruh dunia! hehehe 

Tulisan ini bukan bermaksud anti internet, tapi lebih kepada mengingatkan saya yang juga pengguna internet, dan juga teman-teman yang saya sayangi, untuk lebih waspada atas bahaya internet, khususnya facebook dan media sosial lainnya. Mari gunakan internet yang lebih baik, lebih sehat, dan bijaksana untuk kebaikan anak bangsa dan generasi akan datang! 

Ingat, sebelum posting / upload .. tanyakan ini pada diri sendiri :
1. Apa tujuan kita posting ?
2. Manfaat dari posting ..?
3. Akankah ada orang yang tersakiti melihat postingan kita ?
4. Perlu kah kita posting ?
5. Kira-kira di masa yang akan datang, postingan kita berdampak positif apa negatif ..

heheheh lama-lama kita gak jadi posting dah! Okey selamat berakhir pekan bersama keluarga.. simpan dulu ya gadget nya :)

Share this:

CONVERSATION

1 komentar:

Terima kasih sudah berkunjung, sampaikan salam anda disini ya :)