Pages

Melongok lebih dalam Negeri Ah Ming ..


Mengawali tahun ini di Negeri orang, menjadikan saya lebih banyak belajar tentang budaya, adat istiadat dan keragaman yang ada didalamnya. Perjalanan ini awalnya tanpa direncanakan, karena memang saya sedang "mengencangkan ikat pinggang" untuk hal yang satu ini.. yapss travelling .. di escape dulu dari list utama cerita saya!
Tapi memang Tuhan Maha Penyayang, tahu sekali apa yang saya butuhkan, saya butuh refreshing, butuh penyegaran pikiran, dan masukan-masukan ide baru untuk otak. Dan singkat cerita terbanglah saya ke Negeri dimana Ah Ming pernah menjadi icon yang dielu-elukan masyarakat disini... hayoo tebak dimana saya berada? hehehe

Kalau teman-teman yang sudah sering pulang pergi ke Negeri ini, atau sekedar transit bak orang keluar masuk kamar aje.. pasti sudah tahu, atau belum tahu? ah beruntungnya saya karena selama 2 minggu saya tinggal dengan citizen yang memberi banyak warna cerita dalam perjalanan kali ini. Okey daripada baca sambil penasaran.. saya sedang berada di Singapore .. nah kan taunya landmark Singapore cuma Patung Merlion aja ya? yuk berkeliling Singgapoo sebentar.

Nah .. hal yang biasanya saya dan kawan se-hobby, travelling kami jauh tuh dari yang namanya jalan-jalan ke mall, shopping, atau apalah yang namanya "cuci uang" hahahah.. kami lebih memilih untuk melihat banyak negeri sebagai salah bentuk "melihat Tuhan lebih dekat" .. haissyyyaa mama dedeh mode on nih!

Ya saya sangat suka sekali belajar budaya, mengenal adat istiadat, dan tentunya memberi penyejukan jiwa agar mampu mengenal Tuhan lebih dekat.. dekaat sekali, bahkan lebih dekat dari urat nadimu. Hari ini saya menuliskan status di akun sosialita saya :D (baca eFBe) bahwa Islam menganjurkan kita untuk merantau, tanpa bermaksud menggurui, hanya saja saya duluan nemu ayatnya di Al Quran, lalu saya praktekkan dan disini saya bagikan hehehe.. coba ya yang lagi pegang gadget.. download yak Al Quran dan tarjamahnya, so bisa dimana saja kapan saja baca Quran.. nih ayatnya tentang merantau dan bepergian ke penjuru negeri..
Al Ankabut ayat 20, atau kalau mau lengkap ayat apa aja.. boleh nih dimak di website ini ya..

Well cukup dulu ya untuk sharing siraman qolbun hehehe.. 
Mari bacarito tentang bagaimana penduduk Negeri ini.. sebenarnya seperti yang kita ketahui, bahwa antara Malaysia - Singapore - Indonesia sepertinya memang masih bersaudara, di Singapore .. menurut Kak Erda, the citizen .. ada 3 suku / kultur budaya yaitu Malay, Tamil, Chinesse, dan dari Malay terbagi lagi menjadi melayu, bugis, boyan, dan jawa kalau saya tidak salah ingat... tahu gak.. boyan itu ternyata keturunan dari orang-orang yang berasal dari Bawean.. hayoo mana itu..buka peta sana :p

Tahun baru di Singapore, tidak banyak beda seperti di Indonesia, ada yan merayakan ada pula yang yah biasa-biasa saja, seperti pergantian hari pada umumnya. Media yang berperan utama menyiarkan bahwa semaraknya perayaan tahun baru di negeri-negeri seberang itu jauh lebih heboh, padahal yah sama saja :) you know lah ..such as propajanda.. eh propaganda media!

Tiga hari pertama di sini, saya banyak memperoleh ilmu baru, informasi terkini, dan juga budaya yang sudah mendarah daging pada warganya. Sudah bukan rahasia lagi, Singapore adalah negeri yang sangat ketat dan disiplin, terkenal dengan sanam (denda) yang bikin kantong sesak napas seperti sedang sakaratul maut.. ahh lebay saya hahaha.. tapi bener loh! Jangan macam-macam kalau disini, semuanya ada konsekuensinya.

Dari mulai anak-anak.. eh jangankan anak-anak.. ini yang bener-bener bikin saya salut.. Bahkan hewan piaraan (anjing) kalau sampai jalan-jalan kemudian menggonggong, itu yang punya bisa kena denda mahal karena gak melatih anjingnya dengan baik.. wuikksss.. anjing aja gak boleh pipis sembarangan hahaha.. apalagi manusianya! bisa dibayangkan gimana sistem yang berjalan disana? Ini benar-benar saya alami, waktu saya picnic ke pantai, banyak orang bawa anjing piaraan, biasanya kan kalo di Indo, pas kita lewat eh anjingnya jenggong-jenggong.. aduhh bikin panas dingin takut digigit..
Truss.. apalagi ya..? Yang saya suka itu meski SG sudah modern, tapi budaya menghormati yang tua dan menyayangi yang kecil itu masih terjaga, salah satunya setiap yang muda bertemu dengan yang tua, itu pasti cium tangan (salim / sebah/ikum) entah itu saudara maupun kawan dari orang tua kita, meskipun tidak kenal.. pokoknya kalau ada orang lebih tua dari kita dan kita berada dalam kerumunan itu ya cium tangan adatnya.. aih saya jadi malu, karena pas salaman dengan orang yang lebih tua, saya hanya salaman biasa..

Di Negeri ini tidak ada yang namanya nyerobot antrian, nyebrang jalan seenaknya. Kalau di Surabaya kan ada tuh lampu penyeberangan, lampu merah bunyi not not not not.. masihh aja mobil / motor wusss jalan teruss. Di sini.. meski sepi ga ada orang lagi yang mau nyeberang, atau lalu lintas sepi kalau warna merah ya semua berhenti.. ga ada yang jalan, gak ada yang menyeberang.. dan gak ada polisi yang jaga... kamera cctv doang sih dimana-mana hahahah.... hooppss semoga Surabaya sadar tanpa polisi.. 

Nah ini nih cerita serunya, tentang bagaimana kebiasaan orang sini buang sampah pada tempatnya, kalau belum nemu tempat sampah, ya mereka pegang tuh sampah, bungkus permen, atau tissue sampai dapat tempat sampah. Kemudian keluarga Kak Erda yang suaminya masih ada keturunan Indonesianya, berkunjung ke Batam di rumah saudaranya. Anak-anak mereka yang ganteng dan lucu-lucu itu terbiasa dengan tertib buang sampah di tempatnya, eh tiba-tiba Pamannya yang di Batam bilang.. hei ngapain kamu neteng sampah udah buang aja dimana aja sesuka kalian.. Oiiooliolioo uncleee malulah negeri ini mengajarkan keburukan.. dan anak-anak mereka masih bertanya.. "are you serious uncle.. we can?" heheheh

Untung di Surabaya sudah lebih tertib .. terima kasih untuk walikota Ibu Risma yang menata Surabaya lebih cantik dari awalnya, semoga kedepan lebih baik yaah minimal sama lah seperti Singgapoo ya Bu :) chayoo!

Okey itu dulu ya ceritanya.. seperti yang pernah dikatakan oleh Imam Syafi'ie, bahwa merantau atau mengunjungi negeri-negeri lain selain untuk mencari ilmu adalah juga untuk mempelajari dan mengenal budaya-budaya yang ada.. So yuk teman-teman yang suka travelling, jangan sia-siakan uang kalian cuma untuk numpang narsis foto kemudian pasang di FB :) sayang kan kalau cuma dapat foto tapi gak meneguk ilmu! Muslim itu pintar.. muslim itu berdaya!

Nih saya dapat link syair Imam Syafi'ie tentang merantau.. baca sebentar deh..

Share this:

CONVERSATION

1 komentar:

  1. menemukan sastra Imam Syafi'ie di internet tentang #merantau ..
    dengan #merantau kita juga belajar budaya, adat dan kebiasaan orang. semakin banyak bertemu orang, kita belajar mengenal ragam karakter

    mengenal seluk beluk adat kebiasaan, memahami cara pandang yang berbeda, akan memperlapang dada kita saat harus berbeda #merantau

    Ini yang jarang dibicarakan Imam di masjid-masjid :) bayangkan jika pemuda-pemudi kita berani merantau tidak untuk sekedar foya-gaya hehe mari isi hidup lebih berarti di tahun 2014!
    Selengkapnya bisa dibaca disini ya :)
    http://pksmadiun.blogspot.sg/2012/03/meneladani-motivasi-bepergian-menuntut.html

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, sampaikan salam anda disini ya :)