Pages

Kencan Dadakan ke Kincir Angin Kota Weesp

Menikmati Hangatnya Mentari di Bawah Kincir Angin - Weesp Belanda

"Hey sayang .. tomorrow we are going to Amsterdam ya to take my stuff at home"  serunya ketika saya sedang menyiapkan makan malam di rumah mertua. 
"what time ..?" tanya saya ..
"8 am .." jawabnya
"that early ..? huh ..?" tanya saya lagi

Dan kemudian dia hanya mengangguk seraya mengerlingkan matanya sambil tersenyum tanpa berkata-kata lagi. Saya pun membalasnya dengan senyum menangguk tapi juga penasaran, tumben nih orang ngajakin keluar pagi-pagi banget

Kemacetan Di Belanda :D .. segini macett ??

Biasanya dia paling malas kalo pas weekend diajak jalan-jalan terlalu pagi, minimal jam 10 pagi dia baru mau jalan. Ya sudahlah mungkin ada sesuatu yang mau diambil di rumah Amsterdam.

Memang selama di Belanda, saya tinggal di rumah mertua, selain jagain mama yang baru recovery dari operasi ususnya, suami juga merasa kasihan kalo saya tinggal di Amsterdam sendirian, gak ada yang ngajakin ngobrol kalo pas dia kerja, jadilah kita ngungsi ke pondok mertua indah he he he.

Kota Weesp Belanda yang Lengang

Jarak rumah suami ke rumah mertua itu sekitar 30 menitan, mama mertua tinggal di Kota Almere, sedangkan suami di Amsterdam Selatan kalo ga salah inget he he he. Sebenarnya saya suka kota Almere yang tenang, sepi dan nyaman untuk keluarga, dibanding Amsterdam yang sangat hiruk pikuk. 

Okey lepas shalat shubuh, kita masih males-malesan, dia balik tidur lagi sedangkan saya sudah sibuk dengan gadget, membalas pesan dari beberapa buyer dan staff saya di Indonesia, yang sudah sejak 5 jam lalu menunggu konfirmasi.

Kebun Jagung di Sepanjang Perjalanan

Jam 7 pagi suami nyuruh saya untuk siap-siap, dia bilang kita sarapan di luar aja, sedangkan mama mertua masih tidur sepertinya, kita berdua langsung keluar tanpa membangunkan mama.

Pagi itu cuaca sedikit mendung di Almere, dan juga jalanan macet .. booh macet di Belanda modelnya seperti ini ha ha ha.. ini kalo di Surabaya disebutnya padat lancar, karena masih banyak space antara mobil yang satu dengan yang lain .. duhh betapa kacaunya ya lalu lintas Indonesia! tapi saya cintaa Indonesia..

Rumah Belanda

Sepanjang perjalanan saya sibuk jeprat jepret suasana, lumayan lah buat bahan nge-blog. Sambil ngobrol sama suami ngalor ngidul. Lalu tiba-tiba dia tanya .. :

"Apa sih yang pertama kamu pikirkan tentang Belanda" tanyanya tiba-tiba
"hmm ya pasti kamu dong .." jawab saya sambil tergelak ..sok-sok romantis gitu
"mukiyooo number one!.. no give me other answer.." selorohnya kesal dengan logat belanda

Mijn Man :D

saya masih tergelak menahan geli, mendengar jawabannya menggunakan bahasa jawa, ya saya memang mengajarkan beberapa kosa-kata jawa, indonesia dan madura kepada suami terutama kata-kata yang aneh-aneh ha ha ha you know lah what I mean.

Kemudian saya jawab ala-ala diplomat .. "well the first thing popping up on my mind about Holland is windmill"  lalu disambut dengan senyum lebarnya .. I knew it! jawabnya singkat. Are we going to see the windmill ? kejar saya penasaran .. eh tapi dia malah jawab .. No sayang .. it's too far to see .. it's in Zaandam!
Indonesia Meets Holland!

Ya tempat untuk melihat windmolen atau kincir angin tua di Belanda, itu berada di Kota Zaandam, kurang lebih 1-2 jam dari Amsterdam kalau tidak salah. Dan bagi orang Belanda berkendara lebih dari 1 jam itu udah jauhh bangettt bo..! 

Hmm padahal saya sering nyetir Surabaya - Bondowoso PP dan itu bisa 8 jam lebih ha ha ha, di Belanda nyetir 4 jam sudah sampai ke Jerman atau Belgia, lah kita perjalanan 15 jam bahkan 3 hari, masih juga di Negara sendiri .. hidup Indonesiaku!

Aku dan Batik dibawah Kincir Angin 

Nah .. kami sudah keluar dari Kota Almere dan masuk ke Kota Weesp, kurang lebih 10-15 menit dari Amsterdam. Masuk kota ini seperti sedang melewati Jalan Darmo dan Jalan Veteran Surabaya.  Banyak rumah-rumah Belanda .. ehh kan lagi di Belanda hehehe, maksud saya, bangunannya mirip banget dengan bangunan tua peninggalan Belanda di Surabaya.

Suasana Kota Weesp Belanda

Arsitekturnya masih saja dipakai, rumah-rumah dengan kanopi klasik dan halaman berpagar tanaman, jalanan juga sangat bersih dan rapi. Duhh seneng banget rasanya kalo bisa tinggal di kota ini. 

Kantor Coklat Van Houten

Eh .. ada kantor coklat van houten loh di kota ini :D pasti yang doyan baking tau lah brand ini. Dan sejenak kemudian saya melihat kincir angin tua di ujung jembatan sungai..sontak saya teriak kegirangan ke suami plss stopp I want to take picture!

Dia bilang ya ya wait .. I will take you to the better place! jawabnya .. ahhh senangnya saya.. jadi diam-diam dia bawa saya ke spot kincir angin ini tohh .. aihh manissnya si kang mas he he he.

Winmollen alias Kincir Angin

Setelah melewati beberapa blok perumahan, kita akhirnya sampai ke kincir angin yang terletak di tepi sungai, ada dua buah kincir angin, tapi yang satu lagi berada di dalam area rumah orang, dan kita gak boleh masuk.

Ya sudah lah yang penting saya bisa lihat langsung kincir angin, yang dari kecil selalu saya impi-impikan, setiap kali nonton kartun yang ada kincir anginnya.. saya pasti tongkrongin sampai kartunnya selesai. 
Plakat Kincir Angin

Selama ini di Surabaya saya cuma bisa lihat kincir angin di atas toko Holland Bakery ha ha ha dan akhirnya sekarang kesampaian deh lihat dan pegang langsung windmollen ..
ahh mungkin alam bawah sadar itu yang akhirnya membawa saya kesini .. alhamdulillah!

Menurut plakat yang tertera di kincir angin ini, dibangun kira-kira di tahun 1600an, digunakan sebagai tempat produksi minuman anggur .. wah untuk lengkapnya saya perlu ke Zaandam deh sepertinya, biar tahu lebih banyak tentang fungsi kincir angin :)

Suasana Lengang

Kincir angin ini sempat dipugar beberapa kali karena kebakaran, terakhir dipugar tahun 1977, meski sudah tidak di pakai lagi, tapi bangunan ini tetap terawat dan bersih.. hmm andai ya di Indonesia mereka lebih peduli akan sejarah, bukan hanya peninggalan Belanda, tapi juga situs sejarah lainnya, gak asal main gusur aja untuk kepentingan segelintir orang.. biar anak cucu kita juga kenal sejarah bangsanya

Paparazi Mode On hi hi hi

Suami mengambil beberapa gambar saya dibawah kincir angin, lalu kita menghabiskan waktu sejenak di tepian sungai, menikmati matahari yang bersinar lembut di bawah kincir angin, sambil ngemil kroepoek udang plus Fernandez drink dari Albert Heinj Supermarket.
Orang Belanda banyak punya perahu boat
Damainya pagi itu, bahkan sepasang burung hitam paruh putih pun menjadi saksi betapa bahagianya kami! Okee selanjutnya kami akan kencan ke pasar pagi Amsterdam .. ditunggu ya cerita selanjutnya!

Sepasang Burung Paruh Putih Berenang di Sungai

Semoga anda yang membaca tulisan ini juga diberi kebahagiaan hidup bersama pasangan anda :) dan yang belum bertemu dengan jodohnya segera berjodoh ya .. Salam sayang dari kami :-*





Share this:

CONVERSATION

2 komentar:

  1. Aiiih, aku jg pengen foto di kincir angin :D. Udh planning, kalo nanti ke eropa lg, kali ini hrs masukin belanda juga.. :).

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, sampaikan salam anda disini ya :)