Pages

Ammah … aku ikut ke Surga ya..?!

Photo Source : googling


Dua minggu yang lalu, seolah Tuhan sedang mengajak saya bermain penuh canda dan kasih sayang, Tuhan menyapaku dengan cara yang indah, mengajakku berkunjung bersilaturrahim kepada kawan-kawan lama yang entah berapa bulan atau bahkan tahun tak lagi saya menemuinya.

Bertemu dengan tiga keluarga yang dulunya sering saya kunjungi, entah alasan sibuk atau cuaca yang kurang menentu membuat saya enggan berkunjung, padahal banyak ilmu yang saya lewatkan dengan tidak mengunjungi mereka, dan sore itu Tuhan menggerakkan hati ini untuk bertandang.

Keluarga yang pertama saya kunjungi, baru saja dikaruniai putra ke-3, hingga usianya menginjak 8 bulan,  baru sore itu saya mengunjunginya, itupun ditelpon karena ada sesuatu yang ingin dibicarakan. Hhhhffhh .. betapa jahatnya saya, keluarga yang begitu baik namun terputus silaturrahim hingga beberapa waktu.

Di rumah itu ada dua malaikat kecil yang dulu sangat akrab dengan saya, namanya Ahmad dan Yusuf, lelaki-lelaki kecil ini biasa memanggil saya Ammah (tante dalam bahasa arab), sangat menggemaskan dan tak henti berceloteh, terkadang mereka tak mengijinkan saya pulang, karena cerita celoteh mereka tak pernah usai.

Berdiri di depan pintu rumahnya, mengucapkan salam dan menyapa si Kakak Ahmad, yang terkesan malu-malu mengingat.. kemudian berlari memanggil Ummi nya, “Ummi… ummii.. ada ammah yang dulu sering kesini..” teriak Ahmad pada ibunya. 

Seperti ritual keluarga muslim pada umumnya, yaitu mengajarkan anak menghormati tamu dengan memberikan salam dan mencium tangan yang dituakan, dan masih saja saya senang melakukan ritual mencium kembali tangan-tangan mungil mereka. Setiap kali bertemu dengan anak kecil itu yang saya lakukan, memberikan ciuman kembali kepada tangan mereka.. seperti Rasulullah mencontohkan, ini menandakan kasih sayang.

Melepas rindu dan berceloteh, hingga Adzan Magrib menjelang, saya pun bergegas mengambil wudhu, si adik Yusuf kebetulan sudah sejak tadi meninggalkan kami menonton serial kartun Shaun the Sheep, dan umminya memintanya untuk mematikan tv kemudian sholat.. tapi ya seperti anak-anak lain, mereka mulai merengek.
Saya sudah siap dengan air wudhzu dan mukenah, lalu entah bagaimana ide itu datang, ditengah kegaduhan magrib dan suara TV, kemudian saya menarik lengan Kakak Ahmad, dan berseru.. 

“ayooo siapa yang ikut ammah ke Surga..??” kemudian berlari bersama menuju tempat solat
“Aku ikut ammaaaaahh…” jawab Kakak Ahmad sambil berlari bersama saya

Photo Source : Googling
Kemudian saya gelar sajadah dan iqamat, terlihat senyum girang di mata malaikat kecil itu, dan tiba-tiba si Adek Yusuf, mengikuti diam-diam dari belakang membawa sajadah besar, dan menggelar tepat di samping sajadah saya. Dan takbir pun saya ucapkan, diikuti takbir dari dua malaikat kecil itu. Dalam bacaan sholat saya, ada rasa keharuan dan teduh dalam hati, betapa indahnya berada diantara keluarga kecil ini!

Semua penat dan stress melebur dalam bacaan sholat, meski kadang terusik oleh ulah si Kakak Ahmad yang sujud duluan, sambil menengokkan kepala ke arah saya.. MashaAllah betapa pintarnya mereka!

Setiap kali saya bertanya, buku apa saja yang dibaca untuk mendidik anak agar menjadi sholih dan sholihah kepada umminya, beliau menuturkan ada banyak buku tuntunan mendidik anak yang bisa dibeli di toko buku, tapi Ilmu Allah dan Rasul-Nya adalah yang terbaik, maka perbanyaklah ilmu dan doa agar dimudahkan mengasuh dan mendidik amanah Allah ini hingga kelak dewasa. Subhanallah!

Sore itu Tuhan mengajarkan saya bagaimana menjadi pemimpin, bagaimana berbicara dengan orang lain dengan bahasa yang dipahami, dan mengajarkan kepada saya hanya jalan Tuhan yang membuat kita damai! Hasbiyallahu wa ni’mal wakiil .. Cukuplah Allah sebagai penolongku

Oke tulisan selanjutnya.. ditunggu ya J

Share this:

CONVERSATION

2 komentar:

Terima kasih sudah berkunjung, sampaikan salam anda disini ya :)