Pages

Entrepreneur Vs Investor : Sebuah Evaluasi Kinerja

Entrepreneur  Vs Investor
Dua kata judul diatas sudah bukan bahasa asing lagi, tentunya bagi anda yang senang atau berkecimpung dalam dunia bisnis. Dua kata itu seolah sepasang busur dan anak panahnya saling membantu untuk mencapai tujuan.

Tulisan ini bukan untuk memperuncing selisih paham yang kadang terjadi diantara dua orang bersepakat dalam usaha, tapi lebih kepada evaluasi kinerja dan perbaikan pemahaman antara si entrepreneur dan si investor.

Secara garis besar, entrepreneur bisa diartikan orang yang memiliki usaha, sedangkan investor adalah orang yang memiliki dana / penyandang dana. Tidak semua entrepreneur mengawali usahanya dari dana investor, kebanyakan investor tertarik menanamkan dananya pada usaha-usaha yang sudah mapan, dengan alasan menghindari risk factor.  Tapi tidak menutup kemungkinan juga, ada investor yang berani menanamkan modalnya sejak awal usaha tersebut akan dibangun, bahkan belum tentu untung ruginya!

Sebenarnya memulai usaha itu tidak melulu menggunakan uang atau dana, karena menurut Helmy Yahya dalam bukunya “Siapa Takut jadi Pengusaha” artian modal tidak terpaku pada uang, tapi lebih luas lagi bisa berupa ide / gagasan bisnis, keahlian, keberanian, dan networking. Kalau kata mas Iphho Santosa, pakar otak kanan, buka usaha ga usah pake mikir, tapi dilakukan.. action! Itu yang penting

Meski dikatakan Entrepreneur “MODERAT” alias modal dengkul dan urat … bukan berarti saya menutup mata keberadaan investor. Investor tetaplah angel yang membantu entrepreneur untuk mewujudkan impiannya. Investor bisa jadi berasal dari lingkungan keluarga (ayah, ibu, kakek, nenek, paman, tante, mertua dll :D) atau dari luar lingkungan keluarga.

Nah kebetulan, saya memperoleh investor dari lingkungan luar keluarga, seorang kawan yang baik hati, dan rela menanamkan uangnya di usaha kecil hijab saya, mimAmia. Sebenarnya tanpa bantuan investor, usaha saya Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik, tapi dengan adanya investor usaha saya jadi lebih baik.

Kalau dulu usaha saya ini lebih kepada sekedar hobby, yang yaa kalau laku Alhamdulillah kalau gak bisa saya pakai, nah ini yang membuat usaha saya kurang berkembang dengan baik, kurang adanya disiplin diri, dan kurang adanya rasa tanggung jawab.. boleh dikata bisnis suka suka gue hehehe.

Semenjak kawan saya bergabung di bisnis ini, tepatnya 19 November 2012 yang lalu, usaha saya jadi lebih tertib, baik dari segi laporan penjualan, laporan keuangan, dan target-target yang ingin dicapai. Dalam kesepakatan itu kami saling berjanji diatas kertas tertulis mengenai kewajiban dan hak masing-masing, selain itu saya menambahkan syarat kepada investor saya ini untuk melakukan amalan shalih seperti shalat tahajud, shalat dhuha, sedekah, puasa sunnah dan menjaga shalat wajibnya, serta saling mendoakan… hehehe saya kan muridnya Ustad Yusuf Mansyur jadi beginilah cara bisnis saya..

Sebagai seorang yang diamanahi dana oleh investor, tentunya menjaga kepercayaan dan tidak menyia-nyiakan amanah tersebut adalah hal yang selalu saya muliakan. Berusaha sebaik mungkin agar uang tersebut bermanfaat dan berkah. Yaa..ibarat kata Lu minjem duit ke bank pake bunga, yang ini justru lu dapet berkah kemudahan dan harusnya ngasih kebaikan dengan cara berbagi keuntungan dengan adil…”

Saya menuliskan setiap pengeluaran uang yang saya pakai, memberikan laporan penjualan, hingga proses produksi dan keuntungan yang saya pakai, semuanya serba terbuka karena begitulah Ilmu bisnis dalam Islam mengajarkan.

Ada benarnya juga orang lain mengatakan, se-enak-enaknya usaha ya pakai duit sendiri, nggak kepikiran sama duit orang lain. Itu memang betul, memegang amanah dari orang lain itu berat, apalagi menyangkut harta benda dan uang, beraaaaaaattttt sekali. .. #soklebay deh

Tapi bener loh… saya sendiri kadang kepikiran kalau penjualan sedang sepi, meski investor saya bilang ya gak apa-apa, tapi tetap ada perasaan gak enak, karena uangnya mengendap tanpa hasil. Sering saya mengevaluasi kinerja, tidak hanya di akhir bulan, tapi setiap kali saya selesai shalat saya selalu berdoa semoga usahanya berkah, dan amanah yang diberikan investor ini bisa bermanfaat. Kemudian saya berpikir bagaimana caranya menarik pembeli, bagaimana caranya memberikan penawaran-penawaran bagi konsumen dengan kompetitor yang tidak sedikit.

Tapi dengan adanya investor, usaha lebih berkah dan lebih maju karena kita mau berbagi kebaikan dengan orang lain, berbagi keberkahan, keuntungan tidak diambil sendiri.. itung-itung bantu orang lain, begitu kata Mas Ippho right!

Namanya usaha, tiap bulan itu tidak pasti seperti orang gajian, tapi kata Bang Ippho pengusaha itu pasti berkah… Aamiin Inshallah J semangaatt! Nah sedihnya kalau pas kita laporan ke investor tentang profit yang kita peroleh di akhir bulan tidak seperti harapannya, meski kadang bernada becanda, ..”Ohh Cuma segini aja ya ..” tapi tetap aja sedih, ada rasa gak nyaman, rasa gak dihargai, hmmffh berarti kinerjaku belum bagus nih.. meski sudah kerja sepenuh hati.

Capek memang kalau kita mikirin sedih, setiap orang pasti berusaha maksimal, seperti ketika seorang pelari yang berlatih tiap hari sekuat tenaga sepenuh hati, berlari keliling lapangan di tengah terik matahari, kemudian ketika dalam perlombaan dia tidak mencapai garis finish sesuai target pelatih, dan mengecewakan pelatih.. pasti akan sedih, apalagi ditambah sindiran dan makian.. Aiihh menangis lah saya kalau jadi pelari itu..

Sama seperti halnya yang saya rasakan.. meski itu ungkapan joke untuk mencairkan suasana, tapi tetap dong ada rasa sedih… ______ =====______  Cuma segitu ya profitnya

Well .. hari ini adalah kali kedua investor saya mengatakan candaan seperti itu, saya sempat menangis, tapi dalam tangis kemudian saya mengevaluasi diri, mungkin ada amalan ibadah saya yang kurang dalam beberapa bulan ini, mungkin ada hak-hak pembeli yang tidak sengaja saya curangi, mungkin ada kata-kata saya yang kurang berkenan di hati pembeli, atau mungkin strategi penjualan saya yang kurang bagus.. dan terus saja berpikir apa kira-kira yang membuat kinerja kurang baik.

Saya berusaha mengambil positifnya dalam hal ini, teringat akan sebuah ayat dalam Surat At Taubah ayat 105 :

Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah & Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, & kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yg ghaib & yg nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yg telah kamu kerjakan

Ketika orang lain tidak menghargai pekerjaanmu, maka cukuplah Allah dan Rasul-mu sebagai “evaluator kinerja” .. apakah selama ini pekerjaanmu telah sesuai dengan tuntunan Islam dan Rasul-Nya?!

Nah jika belum atau masih jauh dari syarat itu, maka jangan engkau bersedih tapi perbaikilah, semoga kelak apa yang engkau kerjakan itu menjadi amalan yang membuatmu tersenyum di akhirat, karena engkau berniat memberikan kebaikan dan berbagi keberkahan meski orang lain itu kurang senang dengan hasil pekerjaanmu.. jangan menangis ya sayang.. Allahu ma ‘ana

Pesan saya untuk teman-teman yang sekarang menjadi investor, cobalah untuk ber-empati kepada rekan bisnis anda, kalau anda belum bisa memberikan apresiasi, meski hanya dengan mengucapkan terima kasih saja, cukuplah doa dalam hati untuk rekan bisnis anda, agar kedepan ada keberkahan rejeki yang lebih baik dari hari ini..

Bukan kami meminta disanjung-sanjung atas usaha yang kami jalankan, atau atas profit yang kami capai, tapi kami entrepreneur juga memiliki kehormatan diri untuk tidak menyusahkan orang lain dengan cara berusaha menjalankan bisnis sebaik mungkin, tidak ada niatan sedikitpun untuk mengurangi hak investor.. maka saling mengerti adalah jawaban yang terbaik..





Share this:

CONVERSATION

2 komentar:

  1. Hehehe...semangat-semangat, nanti kalo udah jadi investor kita juga jangan berkelakuan sama eaa..:D

    Go mimAmia...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe iya dong bang hijrah :) menghargai setiap jerih payah kerja orang lain itu berpahala .. kan menyenangkan orang lain ;) sipppooo
      Aamiin .. Go Piyooooh salam sukses mulia

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung, sampaikan salam anda disini ya :)